Sabtu, 21 Mei 2016

BIMBINGAN TADARUS ALQURAN


BIMBINGAN TADARUS ALQURAN BAGI PENGURUS DAN JAMAAH
MAJELIS TAKLIM INDONESIA (MTI) KOTA PADANG

OLEH ROSNIATI HAKIM

Bagian Pertama: Tadarus Alquran
Alquran merupakan pedoman utama dalam memberikan tuntuntan berperilaku bagi umat Islam. Segala bentuk tata pelaksanaan berkehidupan manusia di muka bumi ini harus berdasarkan pada sumber utama ajaran Islam tersebut. Sehingga upaya untuk menggali petunjuk yang ada di dalam Alquran harus terus menerus dilakukan. Proses penggalian makna yang terkandung dalam Alquran merupakan tugas setiap muslim, yang dilakukan tanpa kenal lelah. Belajar terus menerus untuk mendalami kandungan Alquran memang tidak mengenal batas umur. Meskipun demikian, jika proses mempelajari Alquran telah dimulai sejak dini, niscaya akan menghasilkan penguasaan yang lebih baik terhadap kandungan Alquran.
Keberadaan Alquran tidak hanya untuk dibaca dan dihafalkan semata. Namun dengan memahami kandungan Alquran akan mengantarkan kita untuk mengamalkannya. Hal ini dilakukan agar pemahamannya benar dan pengamalannya terarah. Konsep Islam telah mengajarkan untuk membentuk wadah amar makruf (tindakan proaktif) dan nahi mungkar (tindakan reaktif) terhadap lingkungan sekitarnya. Ajaran ini berimplikasikan bahwa pendidikan terutama Alquran, merupakan tanggung jawab bersama; keluarga, sekolah, pemerintah, lingkungan sosial seperti dalam Q.S. Ali Imran; [3]: 104;
`ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããôtƒ n<Î) ÎŽösƒø:$# tbrããBù'tƒur Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã ̍s3YßJø9$# 4
y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ  
Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf [segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah] dan mencegah dari yang munkar [segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

Keadaan kolektif umat Islam tentang pentingnya menuntut ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan secara teroganisir, teratur dan sistematik, dipahami dari firman Allah swt. dalam QS. at-Taubah [9]: 122;

* $tBur šc%x. tbqãZÏB÷sßJø9$# (#rãÏÿYuŠÏ9 Zp©ù!$Ÿ2 4 Ÿwöqn=sù txÿtR `ÏB Èe@ä. 7ps%öÏù öNåk÷]ÏiB ×pxÿͬ!$sÛ (#qßg¤)xÿtGuŠÏj9 Îû Ç`ƒÏe$!$# (#râÉYãŠÏ9ur óOßgtBöqs% #sŒÎ) (#þqãèy_u öNÍköŽs9Î) óOßg¯=yès9 šcrâxøts ÇÊËËÈ  
Artinya: dan tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Selanjutnya juga terilhami oleh tugas mulia setiap nabi dan Rasul, sebagaimana bunyi ayat QS. al-Baqarah [2]: 129;
$uZ­/u ô]yèö/$#ur öNÎgÏù Zwqßu öNåk÷]ÏiB (#qè=÷Gtƒ öNÍköŽn=tæ y7ÏG»tƒ#uä ÞOßgßJÏk=yèãƒur |=»tGÅ3ø9$# spyJõ3Ïtø:$#ur öNÍkŽÏj.tãƒur 4
y7¨RÎ) |MRr& âƒÍyèø9$# ÞOŠÅ3ysø9$# ÇÊËÒÈ  
Artinya: Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Alquran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Sabda Rasulullah saw. menyatakan bahwa menuntut ilmu itu wajib hukumnya, sebagaimana hadis berikut (M. Alfis Chaniago, I/2012: 667):
Artinya; carilah ilmu sekalipun di negeri Cina, karena sesungguhnya mencari ilmu itu wajib atas setiaap muslim. Sesungguhnya para malaikat sayapnya kepada orang yang mencari ilmu karena ridha terhadap amal perbuatannya itu (HR Ibnu Abdul-Barr)

Tadarus atau tadarusan biasanya berbentuk sebuah majelis di mana para pesertanya membaca Alquran bergantian. Satu orang membaca dan yang lain menyimak dan umumnya dilaksanakan di masjid/mushalla di malam-malam bulan Ramadhan dan atau di rumah orang yang baru meninggal dunia. Tetapi inipun tidak berlangsung lama bahkan hampir tidak ada dilakukan lagi seperti masa-masa lalu.  Kata tadarus berasal dari asal kata darasa-yadrusu, yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji dan mengambil pelajaran. Lalu ditambahkan huruf ta’ di depannya sehingga menjadi tadarasa - yatadarasu, maka maknanya bertambah menjadi saling belajar, atau mempelajari secara lebih mendalam.
Firman Allah swt. QS. al-A’raf, 7: 204 mememerintahkan untuk mendengarkan dan memperhatian bacaan Alquran, sebagai berikut:
A.                                                           #sŒÎ)ur ˜Ìè% ãb#uäöà)ø9$# (#qãèÏJtGó$$sù ¼çms9 (#qçFÅÁRr&ur öNä3ª=yès9 tbqçHxqöè? ÇËÉÍÈ  
Artinya: Dan apabila dibacakan Alquran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

          Sentuhan baca Alquran seharusnya menjadi karakteristik bagi mukmin sejati, sebagaimana dinyatakan Allah dalam firman-Nya dalam QS. al-Anfal [8]: 2 sebagai berikut: 
$yJ¯RÎ) šcqãZÏB÷sßJø9$# tûïÏ%©!$# #sŒÎ) tÏ.èŒ ª!$# ôMn=Å_ur öNåkæ5qè=è% #sŒÎ)ur ôMuÎ=è? öNÍköŽn=tã ¼çmçG»tƒ#uä öNåkøEyŠ#y $YZ»yJƒÎ) 4n?tãur óOÎgÎn/u tbqè=©.uqtGtƒ ÇËÈ  
      Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman [orang yang sempurna imannya] ialah mereka yang bila disebut nama Allah [menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakannya] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

Dalam QS. Shad; 38:29; ditegaskan untuk  mempelajari Alquran.
ë=»tGÏ. çm»oYø9tRr& y7øs9Î) Ô8t»t6ãB (#ÿr㍭/£uÏj9 ¾ÏmÏG»tƒ#uä t©.xtFuŠÏ9ur (#qä9'ré& É=»t6ø9F{$# ÇËÒÈ  
      Artinya: Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.

Tadarus dalam arti yang sebenarnya, ialah mempelajari isi dan kandungan Alquran. Di masa nabi saw. adalah dengan cara mempelajari beberapa ayat, setelah mendalam dan mengerti, baru diteruskan lagi beberapa ayat. Dari Ibnu Mas’ud ra berkata: “Adalah seorang dari kami jika telah mempelajari 10 ayat maka ia tidak menambahnya sampai ia mengetahui maknanya dan mengamalkannya” Hadis ini di-shahih-kan oleh Syaikh Ahmad Muhammad Syakir dalam tahqiq-nya atas tafsir At-Thabari (I/80).

Bagian Kedua:  Keutamaan membaca dan mempelajari Alquran.
a.    Orang yang belajar dan mengajarkan Alquran adalah sebaik-baik umat. Kelak mereka akan menerima balasan pahala dari Allah yang berlipat ganda,  Rasulullah saw. Dari ‘Utsman, dari Nabi saw. Telah bersabda: sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar Alquran dan yang mengajarkannya. (HR. Bukhari)
b.    Orang yang membaca Alquran, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi  (QS. Al-Fathir; 35:29.)
c.    Disamping amal kebajikan, memperbanyak membaca Alquran dapat membebaskan kita dari sentuhan api neraka, karena ia datang kelak pada hari kiamat memberi syafa’at. Abdul Mukti TS. (1987:216-217)
d.   Membaca Alquran merupakan ibadah yang lebih utama dari umat Muhammad saw.
Tujuan mempelajari Alquran selain dari pada untuk jadi ibadah membacanya, Mahmud Yunus dalam bukunya; Metodik Khusus Pendidikan Agama (1978:55-56) mengemukakan sebagai berikut:
a.    Memelihara kitab suci dan membacanya serta memperhatikan apa-apa isinya, untuk jadi petunjuk dan pengajaran bagi kita dalam kehidupan didunia.
b.    Mengingat hukum agama yang termaktub dalam Alquran, serta menguatkan keimanan dan mendorong berbuat kebaikan dan menjauhi kejahatan.
c.    Mengharapkan keridhaan Allah dengan menganut i’ktikad yang sah dan mengikuti segala suruhan-Nya dan menghentikan segala larangan-Nya.
d.   Menanamkan akhlak yang mulia dengan mengambil ‘ibrah dan pengajaran, serta tiru teladan yang baik dari riwayat-riwayat yang termaktub dalam Qur’an.
e.    Menanam rasa keagamaan dalam hati dan menumbuhkannya, sehingga bertambah tetap ke-imanan dan bertambah dekat hati kepada Allah.
Mempelajari Alquran amat penting sekali dimulai sejak kanak-kanak, baik di sekolah, atau diluar sekolah, seperti di rumah, di mesjid, di langgar, atau surau, di Taman pendidikan Alquran, dan lain-lain. Sementara Moh. Saleh Samak, dalam Rosniati Hakim (Metode Pembelajaran Alquran: 2011: 11), mengemukakan bahwa tujuan mengajarkan Alquran kepada murid-murid adalah sebagai berikut:
1.    Untuk menjelaskan asas utama syariat Islam.
2.    Untuk meninggikan daya berfikir murid-murid tentang hidup dan menikmati keindahan bahasanya.
3.    Untuk memberi faham ayat-ayat yang dipelajarinya.
4.    Untuk mengetahui hukum-hukum agama yang terkandung  di dalam Alquran dan mengingati serta menghafalnya.
5.    Untuk membentuk akhlak mulia
Ajaran Islam sarat dengan berbagai makna yang berhubungan dengan pendidikan. berangkat dari itu, para ahli pendidikan Islam merumuskan bahwa pendidikan Islam perlu dilihat dari dua sudut pandang. Secara umum dan secara khusus. Secara umum pendidikan Islam didasarkan pada tiga faktor, yaitu: (1) hakikat penciptaan manusia, yaitu manusia menjadi pengabdi Allah yang taat dan setia, (2) peran dan tanggung jawab manusia sejalan dengan statusnya selaku hamba Allah SWT; al-Basyr, al-Insan, al-Nas, bani Adam maupun khalifah Allah, dan (3) Tugas utama Rasul yaitu membentuk akhlak mulia serta memberi rahmat bagi semesta alam. (Ramayulis: 2005 dan Jalaluddin: 2003)
Rumusan pendidikan yang umum tersebut, dihubungkan dengan pendapat para ahli, oleh para pendidik Islam dikatakan; pendidikan adalah “usaha membimbing dan mengembangkan potensi manusia baik sebagai makhluk maupun sosial secara bertahap sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangannya (Jalaluddin: 2003). Berdasarkan rumusan tersebut, konsep pendidikan Islam secara khusus terdiri atas: (1) pendidikan harus berdasarkan tingkat pertumbuhan dan perkembangan (2) pendidikan harus berdasarkan jenis kelamin (3) pendidikan harus berdasarkan tingkat kecerdasan (4) pendidikan harus berdasarkan kelembagaan, yakni (a) kelembagaan formal seperti sekolah, madrasah, pesantren, dan kelembagaan nonformal seperti majelis taklim, baik di mesjid maupun di majelis lainnya.
Bagian Ketiga: Program Tadarus Alquran
Melaksanakan pembelajaran tadarus Alquran sebagai kegiatan pendahuluan dalam rangka mendapat informasi tentang kemampuan, pemahaman, dan minat serta pelaksanaan tadarus berlangsung selama ini. Berdasarkan pengamatan, tanya jawab dengan jamaah, maka disusun rencana program ini. Pembelajaran program tadarus Alquran dimaksud adalah sebagai berikut:

Rancangan Program Tadarus Alquran

Nama Program            : Tadarus Alquran
Peserta                         : Jamaah Majelis Taklim         
Waktu Pelaksanaan     : Semester Ganjil Tahun 2014
Alokasi waktu             : 3 x 50 menit (1 kali pertemuan)
Tujuan Umum            : Memberikan pelayanan dalam bidang pendidikan    
                                      keagamaan Islam tentang Alquran agar dapat diaplikasikan
                                      dalam kehidupan sehari-hari                        
Tujuan  Khusus           : Menyajikan materi tadarus Alquran dengan berbagai
                                      metode dan pendekatan serta diselingi shalawat, do’a dan
                                      zikir dalam senandung dengan:
a.       Menerapkan pembelajaran baca Alquran secara berulang-ulang dengan berbagai metode, jamaah akan terbiasa membaca Alquran setiap hari dengan lancar, baik secara individu maupun secara bersama-sama.
b.        Menerapkan tajwid praktis dalam membaca Alquran, jamaah akan terhindar dari kesalahan membaca, serta mampu membaca Alquran dengan baik dan benar sesuai kaedah ilmu tajwid
c.         Menjelaskan makna kandungan Alquran, jamaah termotivasi untuk menerapkan pesan-pesan ayat Alquran yang dipahaminya dalam kehidupan sehari-hari.
d.        Menerapkan metode saling belajar dan saling membaca serta mendengar dalam membaca Alquran,  jamaah memiliki sikap saling menghargai orang lain.

1). Materi Tadarus Alquran
No   
Materi Pokok
Sub Materi
Ket.
2
..
………

3
QS. Ibrahim [14]: 40-41
Do’a bagi keluarga
1.Membaca QS. Ibrahim [14]: 40-41
2. Analisis tajwid QS. Ibrahim [14]: 40-41
3.Menerjemahkan QS. Ibrahim [14]: 40-41
4.Kandungan QS. Ibrahim [14]: 40-41


2). Metode dan pendekatan Pembelajaran Tadarus,
      Metode ceramah, membaca, takrir, dril/latihan,  kisah, penugasan dll.
      Pendekatan Pembelajaran Kontekstual atau Contextual Teaching Learning (CTL).
3). Kegiatan Pembelajaran    
a). Kegiatan Pendahuluan
Orientasi: Memusatkan perhatian jamaah pada materi yang akan dikaji/dibahas, dengan cara berdo’a, bersenandung, beristighfar, berzikir, dsb.
Appersepsi: Memberikan appersepsi atau test awal kepada jamaah tentang tema yang akan disajikan.
Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari tema yang akan diajarkan. Pemberian Acuan berkaitan dengan tema yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan tema dan materi dari beberapa pengajian
Penjelasan mekanisme pelaksanaan pengajian atau pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).

b). Kegiatan Inti
Proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran/pengajian
-       Dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi jamaah.
-       Menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik jamaah dan tema, yang dapat meliputi proses mengamati materi/ayat-ayat, membaca, menanyakan, mengasosiasikan (seperti membaca secara kolektif, berkelompok, secara bergantian saling membaca dan mendengar, menerjemah dsb.), mengkomunikasikan (melafalkan, menampilkan bacaan, menerjemahkan, atau kandungan ayat), dsb
-       Menekankan  kepada  proses  keterlibatan jamaah, mendorong agar jamaah dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata, mendorong jamaah untuk dapat menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari.
c). Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru bersama jamaah baik secara individu maupun kelompok menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai dengan materi pengajian, dan melakukan penilaian dari proses komunikasi yang berkembang. Melakukan refleksi untuk mengevaluasi semua rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung.
Pemberian pertanyaan atau tugas, dan memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar pengajian; di rumah untuk selalu membaca dan memahami apa yang dibaca dan mencontohkan dalam perilaku sehari-hari kepada keluarga, khususnya membaca Alquran.
 4). Alat dan  Sumber Belajar
-     Alat: copy materi pengajian
-     Sumber Belajar:
a.       pengalaman guru dan jamaah, lingkungan dan lainnya
b.      Mujamma’ Khadim al-Haramaini asy-Syarifain al-malik Fahd li-thiba’at al-Mushhaf asy-Syarif, Alquran dan Terjemahnya, Madinah Munawwarah No. 11079,
c.       M. Quraih Shihab, 2002. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an, Jakarta: Lentera Hati
d.      Al-Maraghiy, Ahmad Mushthafa, 1993.  Tafsir al-maraghiy Juz VIII. CV. Tohaputra Semarang,  Semarang Indonesia
e.       Dan lain-lain.

5). Penilaian Proses dan Hasil Belajar
-     Teknik penilaian     : tes lisan, kinerja dan pengamatan
-     Bentuk  instrumen  :
     Essay (memberikan pertanyaan secara langsung/ tidak secara formal)
     Praktek membaca, malafazkan huruf-huruf Alquran  (bentuk keterampilan)
-     Instrumen (Tes dan Non-tes)
-     Kunci dan Pedoman penskoran (terlampir)
-     Tugas

CONTOH MEMBUAT PROGRAM
PROGRAM TADARUS ALQURAN MAJELIS TAKLIM (MT)
BAGI JAMAAH MT MESJID/MUSHALLA ..................................PADANG
=======================================================
SATUAN ACARA KEGIATAN PENGABDIAN
Nama Pengajian                       : Program Tadarus Alquran
Waktu Pertemuan                    : 1 x 3 jam x 50
Pertemuan ke                          : 1
Materi                                      : QS. Surat Ibrahim, [14] :40-41
Dosen  Pengabdi/Guru            : Dr. Rosniati Hakim, M. Ag

A. Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran)
1.    Jamaah dapat membaca Alquran surat Ibrahim, 40-41
dengan tepat dan benar sesuai tajwidnya.
2.    Jamah dapat menjelaskan kandungan QS Ibrahim ayat 40-41
3.    Jamaah dapat menghafalkan QS Ibrahim ayat 40-41
B. Pengalaman Belajar
Mendengarkan, menanyakan, mengamatai, bertanya jawab, membacakan, menganalisis, menjelaskan, menunjukan dan sebagainya.
C. Materi Pokok: Alquran surat QS Ibrahim 40-41
D. Sub Materi :
a.       Membaca QS Surat Ibrahim [14]: 40-41
b.      Analisis tajwid praktis QS Surat Ibrahim [14]: 40-41
c.       Terjemahan QS Ibrahim [14]: 40-41
d.      Kandungan QS Ibrahim [14]: 40-41
E. Uraian singkat Materi
1.      Membaca Alquran surat Ibrahim ayat 40-41 secara bersama
2.      Membaca Alquran surat Ibrahim ayat 40-41 secara individu
3.      Menganalisis tajwid Alquran Surat Ibrahim 40-41
4.      Menjelaskan asbabun nuzul Alquran Surat Ibrahim 40-41
5.      Menjelaskan arti Alquran Surat Ibrahim 40-41
6.      Menjelaskan kandungan ayat Alquran Surat Ibrahim 40-41

Pelajaran Ketiga QS. Surat Ibrahim, [14]: 40-41
1.    Membaca
Éb>u ÓÍ_ù=yèô_$# zOŠÉ)ãB Ío4qn=¢Á9$# `ÏBur ÓÉL­ƒÍhèŒ 4 $oY­/u ö@¬6s)s?ur Ïä!$tãߊ
 $oY­/u öÏÿøî$# Í< £t$Î!ºuqÏ9ur tûüÏZÏB÷sßJù=Ï9ur tPöqtƒ ãPqà)tƒ Ü>$|¡Åsø9$# ÇÍÊÈ

2. Meperbaiki bacaan sesuai Tajwid

a.    Membaca dengan makharijul huruf dan sifat-sifat huruf yang benar dan tepat
b.    Membaca menurut Hukum huruf yang benar dan tepat
c.    Membaca dengan hukum mad dan qashar yang benar dan tepat
d.   Membaca; cara memulai dan memberhentikan bacaan yang benar dan tepat
e.    Membaca dengan adab yang benar dan tepat
3. Mempelajari Makna dan Kandungan Ayat
Artinya:  Ya Tuhanku, jadikanlah Aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.  Ya Tuhan kami, beri ampunlah Aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".
Maksudnya
a.       Ya Allah, jadikanlah aku orang yang melaksanakan kewajiban yang telah Engkau wajibkan padaku.
b.      Jadikanlah  pula anak cucuku orang-orang yang mendirikan shalat.
Pengkhususan shalat diantara sekian banyak kewajiban agama, karena ia merupakan ciri yang membedakan orang Mukmin dengan lainnya, dan karena ia mempunyai keutamaan sangat agung dalam mensucikan hati dengan meninggalkan segala perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tidak tampak.
c.       Dimaksudkan dengan do’a di sini ialah ibadah, yakni; ya Allah terimalah ibadahku. Maksud ini seperti yang diungkapkan di dalam firman Allah dalam QS Maryam, 19: 48
وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللهِ وَأَدْعُوْ رَبِّى
“Dan aku akan menjauhkan diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, dan aku akan beribadah kepada Tuhanku.
Di dalam khabar dari Rasulullah saw. dikatakatan:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِى أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
“Sesungguhnya doa adalah ibadah.” Kemudian beliau membacakan QS al-Mukmin  ayat 40:60: “Dan Tuhan kalian berfirman, “beribadahlah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagi kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.
$oY­/u öÏÿøî$# Í< £t$Î!ºuqÏ9ur tûüÏZÏB÷sßJù=Ï9ur tPöqtƒ ãPqà)tƒ Ü>$|¡Åsø9$#
d.      Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang terlanjur telah kulakukan, dan ampunilah kedua orang tuaku. Diriwayatkan dari Hasan, bahwa ibu Nabi Ibrahim  adalah seorang yang beriman. Permohonan ampun bagi orang tuanya adalah bagi bapaknya, karena dia berjanji akan memohonkan ampun bagi bapaknya. Tapi setelah jelas, bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka dia berlepas diri daripadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam QS al-Taubah 9: 114:
وَمَا كَانَ اسْتِغفَارُ إبْرَاهِيْمَ لِأَبِيْهِ
“Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya...”
e.       Juga ampunilah orang-orang yang beriman kepada-Mu, yang mengikutiku dalam agama yang aku peluk, sehingga mereka mentaati perintah dan larangan-Mu, pada hari Engkau menghisab para hamba-Mu, lalu Engkau memberikan balasan atas amal yang telah mereka lakukan. Jika amal itu baik, maka baiklah balasannya, dan jika amal itu buruk, buruk pulalah balasannya.
F. Metode pengajian
1.      Ceramah,
2.      Tanya jawab,
3.      penugasan,
4.      tilawah,
5.      menirukan,
6.    Kitab Alquran, hand-out, Slide, power point
 
G. Kriteria Penilaian
     Tes: lisan
     Non tes: pengamatan, unjuk kerja,

Padang, 21 Mei 2016 M/14 Sya’ban 1437 H
ROSNIATI HAKIM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar